Akhirnya kemarin saya sempat juga menonton film “The Billionaire” ini. Di Negara aslinya, Thailand, film ini berjudul “Top Secret Wairoon Pun Lan (Top Secret วัยรุ่นพันล้าน)” dan di-release pada tanggal 20 Oktober 2011 yang lalu.

  

Film ini bisa dibilang sebagai film Biografi mengenai perjuangan Top Ittipat (“Top” Aitthipat Kulapongvanich – อิทธิพัทธ์ กุลพงษ์วณิชย์) menjadi seorang entrepreneur muda produsen snack rumput laut “Tao Kae Noi”. Pasti banyak diantara anda, setelah membaca kata “Tao Kae Noi”, sudah tidak asing lagi dengan snack ini, bahkan mungkin salah satu penggemar berat snack tersebut🙂 Arti kata “Tao Kae Noi” sendiri adalah “Pengusaha muda”.

Secara singkat biografinya seperti ini :
Saat usia 16, Top adalah pencandu game online.
Saat usia 17, Top putus sekolah untuk menjadi penjaja kacang.
Saat usia 18, Keluarga Top bangkrut & meninggalkan hutang 40 juta Baht.
Saat usia 19, Top menciptakan cemilan rumput laut ‘Tao Kae Noi’ yg dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand.
Kini, di usia 26, Top adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht per tahun & mempekerjakan 2.000 staf.

Kalau dikonversi ke Rupiah sekitar Rp 2,3 Triliun/tahun, WOW ! Itulah sebabnya di Indonesia judulnya berubah menjadi “The Billionare”, billion, adalah sebuah bilangan yang menunjukkan 1.000 miliar atau 1012 = 1.000.000.000.000.

Saya sendiri masih terbengong-bengong dengan prestasi Merry Riana, yg mampu mencapai penghasilan 1 juta dolar Singapore/bulan (sekitar Rp 7 Miliar) di usia 26, belum hilang bengongnya sudah mendapat kenyataan yang lain bahwa ada yang lebih lagi, kalau penghasilan Top kita bagi 12 bulan, berarti penghasilan Top sekitar Rp 191 Miliar/bulan, dan sama-sama dicapai pada usia 26 tahun !
Saya jadi berpikir, lama-lama kalimat “Life begins at forty” (Hidup dimulai pada usia 40 tahun) akan berubah menjadi “Life begins at twenty six”😀

Oke, cukup masalah hitung-hitungan angkanya, sekarang saya akan coba membagikan apa yang saya dapat dari film ini.🙂

Warning Spoiler!

Top memang dilahirkan dari keluarga yang cukup berada, orang tuanya merupakan pengusaha yang cukup sukses, membuat Top menjadi anak yang kurang perduli dengan sekolah, perkenalannya dengan bisnis bisa dibilang didapatkan Top tanpa sengaja, dia adalah seorang pecandu game online, ada satu kejadian yang membuat Top berbisnis item game online, dan dalam waktu singkat dia bisa memiliki hampir 1 juta Baht, dan bahkan dia membeli sebuah mobil sedan seharga 600 ribu Baht (sekitar Rp 200jt) lebih, untuk anak umur 16 tahun, sanggup membeli mobil mahal dengan uang sendiri membuat Top menjadi besar kepala dan membangkang orang tuanya, bahkan kehilangan minat untuk sekolah.

Bisnis orang tuanya mengalami kesulitan, sehingga ayahnya menolak untuk membiayai kuliah Top ke Universitas Swasta yg mahal, membuat Top bertekad membiayai kuliahnya sendiri melalui bisnis game onlinenya, tapi ternyata account game onlinenya di blok karena digunakan untuk melakukan jual beli, dalam kepanikannya akhirnya dengan sisa uang yang ia miliki, Top memutuskan  untuk bisnis DVD player, tapi apa dikata ternyata dia ditipu mentah-mentah.

Pada saat itulah Top mulai mengenal kerasnya “dunia” bisnis yang sebenarnya, keadaan semakin hari semakin memburuk, bisnis orang tuanya benar-benar ambruk dan berhutang banyak, rumahnya disita bank dan lain sebagainya. Top terlanjur memiliki passion yang sangat kuat di dunia bisnis sehingga dia bertekad untuk tetap berbisnis dan bertekad untuk membantu orang tuanya, mulai dari berjualan kacang, bagaimana strategi dia untuk bisa mendapatkan resep kacangnya sendiri, dengan bertanya kepada para penjual kacang yang laris, lalu membuka booth di mall dan dia pun mulai belajar bahwa lokasi menentukan laris / tidaknya bisnis kacangnya.
Ketika Top mulai melakukan ekspansi bisnis kacangnya secara besar-besaran, ternyata timbul masalah lain yang menyebabkan pihak mall terpaksa membatalkan kontrak booth-nya.
Orang tuanya membujuk Top untuk ikut mereka pergi ke China, dan tinggal dengan kakak-kakak Top, tapi Top menolak dan pada saat Top mengantarkan pacarnya, ternyata pacarnya membawa rumput laut goreng, setelah dia coba, dia mendapatkan inspirasi untuk berbisnis rumput laut goreng.

Disinilah usaha dia mulai dari mencari bahan rumput laut, belajar rahasia menggoreng rumput lautnya sampai menghabiskan banyak uang (lebih dari 100 ribu Baht), belajar cara bagaimana mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi dalam beberapa hari, sangat membuat saya terenyuh.
Di dalam keputusasaannya, dia mulai mencari pengetahuan bisnis, dan secara tidak sengaja timbul ide untuk menjual produknya di mini market 7-Eleven , tapi ternyata untuk bisa masuk 7-Eleven  pun tidak mudah,berbagai upaya dilakukan Top, tapi akhirnya semua mengalami kebuntuan.

Akhirnya Top benar-benar putus asa dan memutuskan untuk berangkat ke China, tapi ada beberapa kejadian yang membuat Top membatalkan kepergiannya ke China dan mencoba untuk yang terakhir kalinya, dan kali ini Top benar-benar habis-habisan dan mengambil resiko besar untuk bisa memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven .

Setelah melalui kerja keras dan usaha yang habis-habisan, akhirnya dia berhasil memenuhi syaratnya, dan berhasil memenuhi quota yang ditetapkan. Top menangis dan berkata “Ini adalah usaha saya yang terakhir, saya sudah habis-habisan, kalau ini gagal lagi, saya tidak tahu musti bagaimana lagi.”

Disini saya belajar banyak, terkadang semua usaha yang kita lakukan rasanya mengalami jalan buntu, dan sepertinya sudah tidak ada jalan keluar lagi, Merry Riana pun menyebutkan saat-saat tersebut sebagai “The Darkest Hour“, biasanya sebelum mendapatkan kesuksesan, seseorang akan mengalami masa-masa paling kelam dalam hidupnya, bahkan sangat banyak orang yang gagal pada masa-masa ini, padahal jika orang tersebut mau bertahan dan mencoba 1 kali lagi, atau kalau di buku Napoleon Hill “Three Feet From Gold”, hanya kurang mengeksplor 3 kaki (sekitar 1 meter) lagi, untuk menemukan tambang emas yang luar biasa berlimpah, maka orang tersebut akan mendapatkan kesuksesan dan kekayaan yang dia impikan.

Saya pun merenung, sudahkah saya berusaha sekeras Top untuk mencapai impian saya ? Atau saya sibuk mengeluhkan keadaan dan kondisi saya ?
Terus terang saya jadi sedikit stress setelah melihat film ini, bahwa betapa besarnya kerja keras, keuletan dan passion yang harus kita miliki untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan.
Tapi akhirnya saya bertekad untuk mulai detik ini, daripada mengeluhkan keadaan yang saya alami, saya akan mengambil action untuk keluar dari zona kenyamanan saya dan akan berjuang sekeras-kerasnya untuk mencapai kesuksesan yang saya impikan, tentunya bukan hanya bekerja keras saja,  tetapi disertai dengan keyakinan bahwa saya pasti BISA dan tentunya harus dengan strategi yang smart.

Pengetahuan itu perlu, tetapi Action-lah yang menentukan keberhasilan kita, tapi jika kita mau segalanya berjalan dengan lebih mudah dan lancar, maka kita perlu memadukan Pengetahuan dan Action tersebut, bekerja keras dan bekerja pintarlah🙂

Selamat sukes !


“Apapun yang terjadi, jangan menyerah. Jika menyerah maka habislah sudah.”  – Top Aitthipat Kulapongvanich